SysAdmin Tips and Script

Sebagai seorang SysAdmin, terkadang kita butuh cara cepat dan singkat agar server yang kita rawat tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak mengganggu proses yang lain, dalam artikel kali ini saya mencoba menulis ulang beberapa trick yang mungkin berguna bagi kita semua. Tulisan ini bersumber dari beberapa pengalaman dan hasil cache dari om gooooooooogle…
Sengaja penulis memebri label ‘Volume I’ agar tulisan ini berkelanjutan, baik oleh penulis sendiri maupun para pembaca sekalian.

==================================
1. Reset the mysql root passwords
==================================
//why we need use this

Kadang-kadang kita lupa password root yg kita gunakan untuk login ke MySQL console, oleh karena itu kita harus mereset password tersebut. Pertama yg harus kita lakukan adalah menghentikan proses mysql server daemon, kemudian menjalankan lagi dengan mode skip grant table.

#mysqld_safe –skip-grant-tables&

Setelah itu kita set password user yang ingin kita rubah

#mysql -u root
mysql>use mysql;
mysql>UPDATE user SET password=Password(’your password’)
>WHERE Host=’localhost’ AND User=’root’;
mysql>flush privileges;
mysql>quit

Restart service daemon MySQL anda

#/etc/init.d/mysqld stop
#/etc/init.d/mysqld start
#mysql -u root -p
silahkan masukan passwords yang telah anda set, dan selamat anda telah merubah password tanpa mengingat password yg lama..

=======================================
2. Adding PHP Module with source code
=======================================

Pada saat pembangunan aplikasi berbasis web, terkadang seorang programmer membutuhkan sebuah module PHP yang mungkin belum terinstall pada saat installasi awal. menginstall ulang php bukanlah langkah yang bagus buat sysadmin, yang kita perlu hanyalah source code dari PHP itu sendiri… let’s try

kalau kita menginstall dari package manager bawaan OS ‘terkadang’ source code tidak disertakan, so kita wajib punya source code dari PHP..

#wget http://xxx.xxx/php-x.x.x.tar.gz
#tar zxvf php-x.x.x.tar.gz

Setelah itu kita masuk ke directory dari module yang kita ingin tambahakan..

#cd php-x.x.x/ext/module-name

Setelah itu kita jalankan phpize agar di linking dengan PHP yg telah terinstall. kemudian kita configure dan install

#phpize
#./configure
#make && make install&& make clean

Ok. you had successfully to add new PHP-extentions module

===================================
3. Created .htaccess file
===================================

Okey, terkadang pada sebuah website ada sebuah folder yang mungkin hanya sysadmin atau beberapa user saja yang berhak untuk mengaksesnya, seperti phpMyAdmin atau adminpage sebuah control panel, maka diperlukan proteksi yang cukup untuk itu, mungkin pada kenyataannya semua aplikasi seprti phpmyadmin atau control panel punya proses autentikasi, tapi membuatnya berlapis tentu ide yang bagus bukan :) .

Pada web server Apache tersedia sebuah tools yang memungkinkan kita untuk memproteksi folder dalam directory web server.. htpasswd.

Sebelum membuat proses autentikasi berbasis Apache, pastikan dulu option root directory untuk web server anda seperti berikut ini;

#vi httpd.conf
please check your apache setting, and make sure your config as like:
—————————————————–

Options Indexes Includes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride AuthConfig
Order allow,deny
Allow from all

—————————————————–

kemudian restart apache anda
#/path-script-apache/httpd restart

Sekarang mari kita buat file yang dijadikan sebagai rujukan proses autentikasi
#cd /home/xnuxer/secure
#chown -R www:www secure/ —> see your user & group for apache
#htpasswd -c /home/xnuxer/secure/passwdx xnuxer

let’s try to protect some directory
#cd /var/www/admin
#vi .htaccess
————————————–
AuthType Basic
AuthName “Restricted Access”
AuthUserFile /home/xnuxer/secure/passwdx
Require user xnuxer
————————————–

Sekarang coba acccess directory yang telah anda protect!!
Good luck

===========================================================
Bonus Track::Bash Script to make DVD Bootable for freebsd
===========================================================

————————————————————————————-
#! /bin/sh

loop_mount () {
dev_node=$( mdconfig -a -t vnode -f ${1} );
mount_cd9660 /dev/${dev_node} ${2};
}

unset SUDO_COMMAND
export MKISOFS=/usr/local/bin/mkisofs

#please change the path
if [ ${#} -ne 3 ]; then
echo “usage: $(basename ${0}) /path/to/cd1.iso /path/to/cd2.iso /path/to/cd3.iso”;
else
cd1_iso=$(pwd)/${1}
cd2_iso=$(pwd)/${2}
cd2_iso=$(pwd)/${3}

rm -rf dvd-iso-image || exit 1
mkdir -p dvd-iso-image || exit 1
cd dvd-iso-image || exit 1
mkdir -p /mnt/cd1_iso || exit 1
mkdir -p /mnt/cd2_iso || exit 1
mkdir -p /mnt/cd3_iso || exit 1
loop_mount ${cd1_iso} /mnt/cd1_iso || exit 1
loop_mount ${cd2_iso} /mnt/cd2_iso || exit 1
loop_mount ${cd3_iso} /mnt/cd3_iso || exit 1
tar -C /mnt/cd3_iso -cf – . | tar -xf – || exit 1
tar -C /mnt/cd2_iso -cf – . | tar -xf – || exit 1
tar -C /mnt/cd1_iso -cf – . | tar -xf – || exit 1
umount /mnt/cd1_iso || exit 1
umount /mnt/cd2_iso || exit 1
umount /mnt/cd3_iso || exit 1
rm -rf /mnt/cd1_iso || exit 1
rm -rf /mnt/cd2_iso || exit 1
rm -rf /mnt/cd3_iso || exit 1
cd packages || exit 1
cat INDEX | sed -E s/”\|[0-9]{1}$”/”\|1″/g > INDEX.tmp || exit 1
mv INDEX.tmp INDEX || exit 1
cd ../ || exit 1
rm -rf temp/rr_moved || exit 1
cd ../ || exit 1
growisofs -Z /dev/cd0 -J -R -no-emul-boot -b boot/cdboot -iso-level 3 dvd-iso-image || exit 1
rm -rf dvd-iso-image || exit 1
fi
———————————————————————————————–

Note:: Semua tips diatas sudah dicoba dan berhasil dijalankan dengan sempurna, penulis tidak bertanggung atas kerugian dari penyalahgunaan tips diatas..!!

regards,

am_007

orginal post from xnuxer.or.id

Tinggalkan Balasan